Dalam dunia administrasi bisnis, ada dua jenis penggunaan kertas NCR yang paling umum: NCR manual dan NCR continuous form yang dipakai untuk printer dot matrix. Sekilas keduanya sama-sama menggunakan sistem tembus otomatis, tapi cara pemakaian dan fungsinya cukup berbeda.
Di artikel ini, kita bahas perbedaan lengkapnya supaya kamu bisa menentukan jenis yang paling cocok untuk kebutuhan usahamu.
Apa Itu NCR Manual?
NCR manual adalah nota rangkap yang ditulis dengan tangan atau diberi tekanan manual (menggunakan bolpoin atau alat tulis lain).
Biasanya disusun dalam bentuk booklet, padding, atau lem per buku.
Ciri-ciri NCR manual:
- ditulis tangan
- ukuran fleksibel (1/3 folio, A6, A5, dll.)
- bentuknya buku nota atau block
- tidak memakai printer
- tembusan aktif karena tekanan tulis tangan
Contoh pengguna:
- toko kecil
- bengkel motor
- jasa servis
- UMKM
- warung material
- teknisi lapangan
Apa Itu NCR Continuous Form?
NCR continuous form adalah lembaran NCR yang dibuat dalam bentuk panjang bersambung, dengan lubang-lubang di samping kiri-kanan untuk ditarik oleh printer dot matrix.
Ciri-ciri continuous form:
- dipakai pada printer dot matrix
- punya lubang di samping (tractor feed holes)
- ukuran biasanya F4, A4 continuous, atau custom
- setiap set tetap punya ply (2–4 rangkap)
- dipakai untuk pencetakan otomatis
Contoh pengguna:
- perusahaan distributor
- gudang
- logistik
- akuntansi
- administrasi kantor besar
- bagian kasir yang butuh cetak cepat otomatis
Perbedaan Utama: NCR Manual vs Continuous Form
Untuk memudahkan, kita bahas perbedaan inti satu per satu.
1. Cara Penggunaan
NCR Manual
- ditulis tangan
- cocok untuk transaksi langsung / lapangan
Continuous Form
- dicetak otomatis lewat printer dot matrix
- cocok untuk transaksi volume besar
2. Kecepatan Pencatatan
NCR Manual
Cocok untuk transaksi yang tidak terlalu padat atau detailnya sedikit.
Continuous Form
Super cepat, tinggal print → keluar tembusan otomatis.
Dipakai untuk dokumen yang volume dan ritmenya tinggi.
3. Fleksibilitas Ukuran dan Desain
NCR Manual
- sangat fleksibel
- mudah dibuat custom sesuai kebutuhan usaha
Continuous Form
- ukuran standar printer
- layout mengikuti program komputer
- perubahan desain harus menyesuaikan software/format
4. Kemudahan Dibawa
NCR Manual
Ringkas dan bisa dibawa kemana saja. Cocok untuk teknisi atau lapangan.
Continuous Form
Tidak bisa dipakai mobile karena harus diprint menggunakan printer dot matrix.
5. Harga Produksi
NCR Manual
Lebih ekonomis untuk kebutuhan sedikit-sedikit.
Continuous Form
Biasanya lebih mahal karena:
- dibuat panjang bersambung
- butuh finishing perforasi
- butuh marking untuk printer
- dipakai untuk transaksi besar
6. Kebutuhan Data & Integrasi Sistem
NCR Manual
Tidak terhubung dengan sistem komputer.
Semua data harus dicatat ulang atau dirangkum manual.
Continuous Form
Bisa terhubung ke sistem:
- akuntansi
- inventory
- ERP
- kasir
- logistik
Data lebih sinkron karena langsung tercetak dari aplikasi.
Kapan Harus Memakai NCR Manual?
- usaha kecil & UMKM
- transaksi harian ringan
- teknisi lapangan
- jual beli cepat
- bengkel / toko kecil
- lokasi tanpa listrik atau koneksi komputer
Kapan Harus Memakai NCR Continuous Form?
- gudang dan logistik
- distributor besar
- perusahaan dengan transaksi besar harian
- pembukuan yang sudah menggunakan software
- perusahaan yang butuh kontrol data yang lebih rapi
Cocok untuk operasional yang terintegrasi dan cepat.
Kesimpulan
Baik NCR manual maupun continuous form sama-sama menggunakan teknologi tembus tanpa karbon.
Bedanya terletak pada cara pemakaian, kecepatan, fleksibilitas, dan kebutuhan usahanya.
- Pilih NCR manual jika kamu butuh fleksibilitas, kesederhanaan, dan mobilitas.
- Pilih continuous form jika kamu butuh kecepatan, integrasi sistem, dan pencetakan dalam jumlah besar.
