Kertas NCR adalah kertas rangkap yang bisa langsung menembus ke lembar bawah tanpa bantuan karbon. Karena praktis, cepat, dan tidak ribet, kertas ini dipakai di banyak jenis usaha—mulai dari UMKM sampai perusahaan besar.
Di artikel ini kita bahas dokumen-dokumen bisnis apa saja yang paling sering dibuat dengan kertas NCR, dan kenapa dokumen tersebut cocok sekali memakai sistem tembus otomatis.
1. Nota Penjualan / Sales Receipt
Ini adalah dokumen paling umum untuk NCR.
Digunakan untuk:
- bukti transaksi
- mencatat barang keluar
- laporan harian
- arsip toko
Biasanya terdiri dari 2–3 ply:
- pelanggan
- arsip toko
- keuangan
2. Surat Jalan (Delivery Slip / SJ)
Surat jalan adalah dokumen penting saat barang keluar dari gudang.
Mengapa pakai NCR?
- harus ada tembusan untuk gudang, sopir, pelanggan, dan admin
- semua harus punya salinan yang identik
- cepat divalidasi di lapangan
Biasanya 3–4 ply tergantung alur kerja.
3. Delivery Order (DO)
DO adalah dokumen yang menunjukkan barang akan dikirim sesuai pesanan.
Fungsi DO:
- mengonfirmasi order
- memastikan jumlah barang
- mencatat pengiriman
- jadi bukti bahwa barang sudah diproses
Karena DO melibatkan beberapa pihak (admin, gudang, pelanggan), NCR adalah pilihan yang pas.
4. Purchase Order (PO)
PO adalah pesanan resmi dari pembeli ke penjual.
Kenapa memakai NCR?
- PO harus dikirim ke pemasok
- pembeli juga butuh arsip
- bagian keuangan perlu cek ulang
Set 2–4 ply sering digunakan, tergantung SOP perusahaan.
5. Invoice Manual
Meski banyak invoice digital, invoice manual tetap dipakai untuk transaksi offline.
Biasanya dipakai oleh:
- UMKM
- toko material
- bengkel
- jasa teknisi
- distribusi kecil
NCR membantu agar pelanggan dan pemilik usaha sama-sama punya bukti yang identik.
6. Formulir Servis / Service Form
Dipakai oleh:
- bengkel AC
- bengkel mobil/motor
- teknisi lapangan
- jasa perbaikan alat
Fungsi:
- mencatat tindakan
- mencatat barang yang diganti
- menandai durasi pekerjaan
- bukti servis ke pelanggan
NCR memudahkan karena teknisi sering bekerja mobile.
7. Form Inspeksi / Checklist Harian
Contoh pengguna:
- gudang
- keamanan
- bagian operator
- teknisi maintenance
Kelebihan memakai NCR:
- semua pihak punya catatan yang sama
- mudah dilaporkan
- mudah dicek supervisor
8. Kwitansi Rangkap
Beberapa usaha masih memakai kwitansi rangkap karena:
• butuh bukti fisik
• butuh catatan pelanggan + arsip toko
• transaksi kecil lebih cepat ditulis manual
NCR memudahkan agar kwitansi selalu punya tembusan.
9. Form Bongkar Muat / Gate Pass / Barang Masuk-Keluar
Di dunia logistik dan industri, dokumen ini wajib ada.
Fungsi:
- mencatat barang masuk gudang
- mencatat barang keluar
- pengawasan dan audit
NCR sangat membantu untuk pengawasan multi-departemen.
10. Form Internal Perusahaan (Custom)
Banyak perusahaan membuat form internas custom berbasis NCR, seperti:
- form permintaan barang
- form pemakaian barang
- form pengembalian barang
- form quality control
- form laporan lembur teknisi
- form permintaan servis
Setiap perusahaan bisa memiliki format yang berbeda-beda, dan NCR cocok karena bisa dibuat custom mengikuti SOP.
Kenapa Dokumen-Dokumen Ini Butuh NCR?
- Butuh tembusan untuk banyak pihak
- Prosesnya cepat dan harus rapi
- Bukti fisik mudah diverifikasi
- Audit lebih mudah karena ada nomor seri / warna tembusan
- Tidak selalu ada komputer di lapangan
Intinya, semua dokumen yang melibatkan multi-departemen dan butuh bukti cepat akan sangat terbantu dengan sistem NCR.
Kesimpulan
Jenis dokumen yang paling sering menggunakan kertas NCR antara lain:
- nota penjualan
- surat jalan
- DO
- PO
- invoice manual
- form servis
- form inspeksi
- kwitansi rangkap
- form bongkar muat
- form administrasi internal perusahaan
Semuanya membutuhkan kecepatan, tembusan otomatis, dan bukti fisik yang mudah divalidasi—itulah keunggulan utama kertas NCR.
