Banyak orang mengira pembuatan nota NCR itu sederhana—cetak, susun, jadi.
Padahal prosesnya cukup detail dan melewati beberapa tahapan supaya hasilnya:
- tembusannya jelas,
- numpuknya rapi,
- warna ply konsisten,
- nomor serinya presisi,
- dan bukunya mudah dipakai.
Di artikel ini kita bahas proses produksi nota NCR dari awal sampai jadi di percetakan.
1. Desain & Layout Dokumen
Langkah pertama adalah membuat desain nota.
Elemen penting dalam desain:
- header (nama usaha, logo, alamat, kontak)
- nomor seri
- tabel barang/jasa
- kolom harga, qty, total
- area tanda tangan
- catatan tambahan (opsional)
Layout harus dibuat rapi dan proporsional agar nyaman ditulis tangan.
Biasanya desain dibuat menggunakan aplikasi:
- CorelDRAW
- Illustrator
- atau software desain grafis standar percetakan
2. Menentukan Ply (Jumlah Rangkap)
Setelah desain, percetakan menentukan jumlah ply sesuai pesanan:
- 2 ply (putih – kuning)
- 3 ply (putih – kuning – pink)
- 4 ply (putih – biru – kuning – pink)
Setiap jenis ply menggunakan lapisan berbeda:
- CB → lembar atas
- CFB → lembar tengah
- CF → lembar terakhir
Urutan ply disusun sesuai SOP administrasi pelanggan.
3. Proses Pencetakan (Printing)
Ada dua metode cetak yang umum dipakai:
a. Cetak Offset
Paling sering digunakan karena:
- hasil stabil
- tinta rapi
- bisa cetak banyak sekaligus
- hemat untuk jumlah tinggi
Offset cocok untuk nota NCR standar dan massal.
b. Cetak Digital
Dipakai jika jumlahnya sedikit (low volume), misalnya:
- 1–10 buku
- custom design unik
- produksi cepat
Hasilnya tetap rapi, tapi biaya per buku lebih tinggi.
4. Penomoran (Numbering)
Nomor seri dicetak menggunakan mesin numbering khusus.
Ciri-cirinya:
- warnanya biasanya merah / hitam
- posisinya konsisten di setiap lembar
- setiap ply mendapat nomor yang sama
- bersifat “auto increment”
Proses numbering harus presisi supaya semua ply sejajar dan mudah dicocokkan saat diarsip.
5. Penyusunan Ply (Collating)
Setelah dicetak dan diberi nomor, lembaran NCR disusun berurutan sesuai rangkap:
Contoh 3 ply:
- Putih (CB)
- Kuning (CFB)
- Pink (CF)
Proses ini harus hati-hati agar:
- urutan warna tidak tertukar
- lembar saling bersentuhan dengan benar
- tembusan bekerja sempurna
Collating dilakukan manual atau menggunakan mesin khusus.
6. Perforasi (Sobekan Rapi)
Perforasi adalah garis putus-putus agar lembar atas bisa disobek dengan mudah.
Biasanya diaplikasikan pada:
- sisi atas (untuk sobekan utama)
- sisi samping (jika berbentuk buku dengan tear-off)
Perforasi yang rapi membuat nota tidak mudah robek sembarangan.
7. Perekatan / Finishing Menjadi Buku
Ada beberapa pilihan finishing:
a. Padding (Lem Per Block)
Satu block berisi 25–50 set nota, dilem di bagian atas.
Tiap lembar bisa disobek satu per satu.
b. Booklet (Lem + Cover)
Bentuk buku tebal dengan cover.
Lebih rapi dan awet untuk penggunaan harian.
c. Double Cover (Cover luar + cover dalam)
Biasanya dipakai untuk nota teknisi atau nota yang sering dipakai mobile.
Finishing menentukan kenyamanan penggunaan sehari-hari.
8. Quality Check (QC)
Sebelum diserahkan ke pelanggan, percetakan melakukan pengecekan:
- apakah tembusan jelas sampai ply terakhir
- apakah nomor seri urut
- apakah tidak ada warna yang tertukar
- apakah perforasi rapi
- apakah buku tidak mengganjal
- apakah set rangkap sejajar dan simetris
QC ini hal penting agar nota nyaman dipakai dan tampak profesional.
9. Pengemasan & Pengiriman
Setelah lulus QC, nota NCR dikemas:
- dibungkus plastik
- diberi tanda jumlah buku
- siap dikirim atau diambil
Pengemasan yang rapi menjaga buku tidak rusak atau lembab.
Kesimpulan
Proses pembuatan nota NCR terdiri dari:
- pembuatan desain
- pemilihan ply
- pencetakan
- numbering
- penyusunan rangkap
- perforasi
- finishing (padding / booklet)
- quality checking
- pengemasan
Setiap tahap memastikan hasil akhir:
- tembusan jelas,
- nomor rapi,
- buku kuat,
- dan layout mudah digunakan
