Kalau kamu sering melihat nota rangkap—yang ketika ditulis satu kali, langsung tembus ke halaman berikutnya—nah, itu biasanya memakai kertas NCR. Bagi banyak usaha, khususnya yang bergerak di bidang perdagangan, bengkel, logistik, atau distribusi, kertas jenis ini jadi andalan untuk pekerjaan administrasi sehari-hari.
Artikel ini membahas pengertian NCR, bagaimana cara kerjanya, dan kenapa kertas ini masih banyak dipakai sampai sekarang.
Apa Itu Kertas NCR?
NCR adalah singkatan dari No Carbon Required, yaitu kertas rangkap yang bisa menggandakan tulisan tanpa memakai karbon hitam yang dulu sering diselipkan di antara kertas. Dengan NCR, kamu cukup menulis di lembar paling atas, lalu lembar berikutnya akan ikut tercetak secara otomatis.
Kertas ini umumnya digunakan untuk:
-
Nota transaksi
-
Surat jalan
-
Delivery order
-
Purchase order
-
Invoice
-
Kwitansi
-
Formulir administrasi lainnya
Intinya: dokumen yang butuh tembusan lebih dari satu halaman.
Bagaimana Cara Kerja Kertas NCR?
Rahasia dari kertas NCR ada pada lapisan kimia di permukaan kertasnya. Lapisan ini bekerja sama antara lembar atas dan lembar di bawahnya. Secara sederhana, ada tiga jenis lapisan:
1. CB (Coated Back)
Letaknya di bagian belakang lembar paling atas. Lapisan ini berisi kapsul pewarna mikro (micro-capsule).
2. CFB (Coated Front and Back)
Lembar tengah. Bagian depan menerima warna, bagian belakang membawa kapsul pewarna seperti CB.
3. CF (Coated Front)
Lembar paling bawah. Bagian depan kertas inilah yang menerima reaksi warna dari lembar atas.
Cara kerjanya seperti ini:
Ketika kamu menulis, menekan, atau mengetik (misalnya pakai printer dot matrix), tekanan tersebut membuat kapsul pewarna di lembar CB atau CFB pecah. Kapsul yang pecah bereaksi dengan lapisan CF di lembar bawahnya. Hasilnya: tulisan atau angka yang sama langsung muncul di tembusan.
Tanpa karbon tambahan. Tanpa tinta tambahan. Praktis.
Kelebihan Menggunakan Kertas NCR
1. Tidak Menggunakan Kertas Karbon
Lebih rapi, tidak belepotan hitam, dan tidak repot selip-menyelipkan karbon di setiap halaman.
2. Hemat Waktu dan Lebih Praktis
Tulis sekali, dapat beberapa rangkap sekalian. Cocok untuk pekerjaan lapangan yang butuh kecepatan.
3. Hasil Tembusan Lebih Jelas
Lapisan komponennya dirancang khusus agar tekanan bisa diteruskan dengan baik.
4. Bisa Dibuat 2 Ply, 3 Ply, hingga 4 Ply
Menyesuaikan kebutuhan administrasi: untuk arsip, untuk pelanggan, untuk bagian keuangan, dan lain-lain.
5. Mendukung Proses Arsip yang Rapi
Setiap lembar punya warna berbeda, sehingga memudahkan pelacakan dokumen.
Warna-Warna yang Biasa Dipakai pada Kertas NCR
Ada standar warna yang sering digunakan pada set rangkap:
-
Putih (lembar atas)
-
Kuning
-
Merah muda
-
Hijau
-
Biru
Tujuannya untuk membedakan fungsi tiap tembusan, misalnya:
putih untuk pelanggan, kuning untuk arsip toko, pink untuk bagian keuangan, dan seterusnya.
Di Mana Saja Kertas NCR Digunakan?
Beberapa contoh penggunaan yang paling umum:
-
Nota penjualan harian
-
Surat jalan di gudang atau distribusi
-
Delivery order untuk logistik
-
Formulir teknisi di lapangan
-
Purchase order di toko atau supplier
-
Invoice sederhana untuk UMKM
-
Berbagai jenis form custom di perusahaan
Karena fleksibel, kertas ini bisa mengikuti banyak bentuk usaha, baik industri maupun retail.
Kenapa Kertas NCR Masih Banyak Dipakai?
Walaupun teknologi digital terus berkembang, banyak sektor tetap mengandalkan dokumen fisik. Beberapa alasannya:
-
Proses verifikasi cepat dan langsung ditandatangani
-
Cocok untuk lokasi lapangan yang tidak selalu punya akses digital
-
Bukti fisik lebih mudah dicek saat audit
-
Gudang, pabrik, distributor, dan bengkel masih bekerja dengan dokumen rangkap untuk kecepatan operasional
Dengan kata lain, NCR bertahan karena masih sangat relevan dengan kebutuhan bisnis harian.
