Desain nota NCR bukan hanya soal estetika. Layout yang baik akan membuat proses pencatatan lebih cepat, data lebih akurat, dan semua pihak lebih mudah memahami isi dokumen.
Banyak usaha mengira bahwa layout nota itu standar, padahal setiap jenis bisnis punya kebutuhan kolom yang berbeda.
Di artikel ini, kita bahas tips mudah menentukan layout nota NCR agar tampil lebih rapi, jelas, dan nyaman dipakai sehari-hari.
1. Tentukan Informasi Utama yang Wajib Ada
Sebelum membuat desain, tentukan dulu informasi paling penting pada nota. Hampir semua nota NCR membutuhkan:
- nama & alamat usaha
- kontak usaha (WA/telepon)
- nomor seri
- tanggal transaksi
- nama pelanggan
- daftar barang/jasajumlah / harga
- total dan tanda tangan
Dengan memahami kebutuhan informasi, layout bisa disusun tanpa kolom yang sia-sia.
2. Gunakan Struktur Kolom yang Proporsional
Banyak orang salah kaprah dengan menaruh kolom terlalu sempit atau terlalu lebar.
Tips mudahnya:
- kolom qty → kecil
- kolom nama barang/jasa → paling lebar
- kolom harga → sedang
- kolom jumlah/total → sedang
Dengan proporsi baik, staf tidak perlu menulis kecil-kecil atau berantakan.
3. Pastikan Ruang Tulis Cukup
Nota dengan ruang tulis terlalu sempit sering jadi masalah, terutama untuk:
- bengkel
- toko material
- logistik
- distributor
Berikan ruang yang cukup untuk 8–15 baris transaksi.
Jika usaha sering mencatat banyak item, pilih ukuran A5 daripada 1/3 folio.
4. Gunakan Font yang Jelas dan Mudah Dibaca
Untuk nota NCR, font yang ideal adalah:
- Arial
- Calibri
- Helvetica
- Tahoma
Hindari font dekoratif karena membuat tulisan manual sulit dibaca.
Gunakan ukuran font antara 8–11 pt untuk teks utama dan 10–14 pt untuk header.
5. Tambahkan Header yang Tegas dan Rapi
Header biasanya memuat:
- logo usaha
- nama usaha
- alamat
- kontak
- nomor nota
Pastikan header tidak terlalu besar agar area transaksi tetap luas.
6. Letakkan Nomor Seri di Tempat yang Mudah Ditemukan
Nomor seri harus jelas terlihat.
Tempat favorit:
- pojok kanan atas
- pojok kiri atas
Gunakan warna merah atau hitam tebal agar mudah ditemukan saat arsip.
7. Beri Ruang untuk Tanda Tangan dan Stempel
Bagian validasi transaksi penting, terutama:
- surat jalan
- invoice manual
- DO
- PO
- layanan teknisi
Sediakan area khusus untuk:
- tanda tangan pelanggan
- tanda tangan penjual
- kolom approved atau checked jika diperlukan
8. Berikan Sketsa Garis yang Tidak Terlalu Tebal
Garis terlalu tebal bisa mengganggu penulisan manual.
Gunakan garis tipis agar:
- tinta bolpoin lebih jelas
- tulisan tidak menyatu dengan garis
- nota terlihat lebih profesional
9. Gunakan Ruang Kosong dengan Bijak
Jangan terlalu penuh dengan elemen desain.
Catatan penting:
- sisakan area kosong di bagian samping atau bawah
- ruang kosong membantu nota terlihat ringan
- staf lebih mudah menulis catatan tambahan
10. Sesuaikan Layout Dengan Jenis Usaha
Setiap usaha punya kebutuhan berbeda:
Bengkel
Perlu kolom “keterangan pekerjaan” dan “jenis suku cadang”.
Toko Material
Perlu kolom “satuan”, “qty”, dan “harga”.
Distributor
Biasanya perlu bagian “pengiriman”, “alamat tujuan”, dan “nama driver”.
Jasa Servis
Perlu kolom “lokasi”, “kontak pelanggan”, dan “detail pekerjaan”.
Layout yang sesuai alur kerja membuat penggunaan nota lebih cepat dan efisien.
Kesimpulan
Untuk membuat layout nota NCR yang rapi dan mudah dipakai, perhatikan hal-hal berikut:
- tentukan informasi penting
- buat kolom proporsional
- gunakan font jelas
- pastikan ruang tulis cukup
- nomor seri harus terlihat
- beri ruang tanda tangan
- garis tipis dan layout tidak terlalu penuh
- sesuaikan dengan jenis usaha
Layout yang baik bukan hanya terlihat rapi, tapi juga membuat pekerjaan harian lebih cepat dan akurat.
