Kalau kamu pernah melihat nota rangkap yang langsung tembus ke lembar bawah tanpa karbon, itu artinya kertas tersebut memakai kertas NCR (No Carbon Required). Yang membuatnya bisa “menembus sendiri” adalah lapisan khusus di permukaan kertas yang disebut coating.
Lapisan inilah yang membuat kertas NCR berbeda dari kertas biasa.
Dalam dunia percetakan, ada tiga jenis lapisan utama:
- CB (Coated Back)
- CFB (Coated Front and Back)
- CF (Coated Front)
Artikel ini menjelaskan cara kerjanya secara sederhana, tanpa istilah rumit.
Apa Fungsi Lapisan Coating di Kertas NCR?
Lapisan ini berisi bahan kimia mikro (micro-capsule) yang bereaksi ketika mendapat tekanan.
Misalnya saat kamu menulis dengan bolpoin atau ketika printer dot matrix mengetik di permukaan kertas.
Tekanan itu membuat kapsul pewarna pecah → bereaksi dengan lapisan di lembar bawah → menghasilkan tulisan yang sama persis.
- Tanpa tinta tambahan.
- Tanpa karbon hitam.
- Tanpa duplikasi manual.
1. Coating CB (Coated Back)
CB ada di belakang lembar paling atas.
Fungsinya:
- Membawa kapsul pewarna (micro-capsule ink).
- Ketika ditekan, kapsul pecah.
- Pewarna yang keluar akan bereaksi dengan lapisan CF di kertas bawahnya.
CB hanya ada di lembar pertama karena dialah “sumber tinta” untuk tembusan.
Ciri mudahnya:
- Bagian belakang lembar atas terasa sedikit halus atau licin.
- Tidak ada warna khusus, tapi secara tekstur sedikit berbeda dari kertas biasa.
2. Coating CFB (Coated Front and Back)
CFB adalah lembar tengah—punya dua lapisan:
- Bagian depan punya lapisan penerima (seperti CF).
- Bagian belakang punya lapisan pengirim (seperti CB).
Jadi CFB ini ibarat “penyambung":
- Di depannya menerima tulisan dari lembar atas.
- Di belakangnya meneruskan tekanan ke lembar di bawah.
Jika set NCR punya 3 ply atau lebih, CFB akan selalu berada di tengah.
3. Coating CF (Coated Front)
CF ada di bagian depan lembar paling bawah.
Fungsinya:
- Menjadi lapisan yang menerima reaksi dari kapsul pewarna.
- Tidak punya kapsul sendiri, hanya menerima warna.
Karena itu CF selalu berada sebagai lembar terakhir.
Ciri-cirinya:
- Permukaan depan sedikit lebih halus.
- Biasanya jadi warna yang paling lembut (kuning, pink, hijau, atau biru).
Ilustrasi Cara Kerja Tembusan NCR
Agar gampang membayangkannya, alurnya kira-kira begini:
- Kamu menulis di lembar CB (paling atas).
- Tekanan membuat kapsul pewarna di belakang lembar CB pecah.
- Pewarna itu jatuh ke lapisan CF atau CFB di bawahnya.
- Lembaran kedua mendapatkan tulisan yang sama.
- Jika ada lembar ketiga, CFB meneruskan tekanan ke CF berikutnya.
- Semua tembusan terbentuk secara otomatis.
Hasilnya:
Satu kali menulis, semua rangkap langsung tersalin.
Kenapa Kertas NCR Bisa Lebih Mahal dari Nota Biasa?
Karena proses pembuatannya melibatkan:
- micro-capsule kimia
- lapisan coating khusus
- uji tekanan
- bahan kertas yang harus lebih stabil
Itulah mengapa hasilnya lebih rapi dan tembusannya lebih jelas dibanding kertas biasa.
Kelebihan Sistem CB, CFB, dan CF
✔ Tidak butuh karbon manual
Lebih bersih, tidak belepotan tinta hitam.
✔ Tembusan seragam
Semua lembar punya kualitas tulisan yang sama.
✔ Bisa dibuat beberapa ply
2 ply, 3 ply, 4 ply—menyesuaikan alur kerja usaha.
✔ Cocok untuk printer dot matrix
Karena sistemnya memang mengandalkan tekanan.
✔ Ideal untuk dokumen administrasi
Nota, invoice, surat jalan, DO, PO, sampai form teknisi.
Kesimpulan
Kertas NCR bekerja berkat tiga jenis lapisan:
- CB: pengirim pewarna
- CFB: penerima sekaligus pengirim
- CF: penerima terakhir
Lapisan inilah yang membuat kertas NCR bisa menembus tanpa karbon tambahan.
Sistemnya sederhana, cepat, bersih, dan efisien—makanya banyak usaha masih mengandalkannya sampai sekarang.
